Terbit pada 25-08-20

WWW atau Non-WWW, Mana yang Terbaik?

Kami akan memulai dengan sebuah fakta: "google, facebook, dan web besar lainnya, semua pakai www". Lalu apakah kita harus ngikut saja untuk pakai www  pada website kita? Jadi... www atau non-www, mana yang terbaik?

Kelebihan Non-WWW

Jika anda membeli domain, misalnya domainsaya.com kemudian akan membuat website versi non-www dengan domain tersebut, maka beginilah skema redirect yang terbaik:

  1. http://domainsaya.com/URL redirect ke https://domainsaya.com/URL
  2. http://www.domainsaya.com/URL redirect ke https://domainsaya.com/URL
  3. https://www.domainsaya.com/URL redirect ke https://domainsaya.com/URL

Dengan skema diatas, maka kemungkinan besar redirect akan terjadi pada skema nomor 1, yaitu terjadi ketika seseorang "yang sudah mengetahui alamat website Anda" memasukkan secara langsung alamat domainsaya.com pada browser. DNS Lookup akan minimal (fast, hanya untuk domainsaya.com) dan kalau udah begitu jangan juga setup redirect nya di level PHP, misalnya WordPress Redirect... hmm.. disetupnya di level server pakai .htaccess (apache, litespeeed) atau via file .conf (nginx).

catatan: sebenarnya sumber traffic terbanyak itu pasti datang dari klik (google search, facebook, dll) bukan via ngetik langsung di browser. Kalaupun itu pengunjung repeat yang langsung akses browser (dikunjungan kedua, ketiga, dst) itu juga sudah di handle oleh redirect 301 (ini nempel di browser)

Kelebihan WWW

Versi ini adalah miliknya website-website besar. Indikasinya apa? yaitu CDN, bukan hanya file statis saja (CDN tradisional), namun konten dinamis juga (Dynamic Site Acceleration CDN). Namun bukan berarti website yang www itu pasti website besar yang pakai CDN, bukan begitu... Jadi www.domainsaya.com ini adalah SUB-DOMAIN, artinya bisa menggunakan cname record. Nah... CNAME record inilah yang digunakan untuk mengkoneksikan dengan CDN. Kenapa harus pakai CDN? ya tentu saja urusan kecepatan website, uptime, latency, dan lain-lain. Lalu kalau maksain pakai non-www untuk bikin CDN sendiri, bisa nggak? Jawabnya BISA, tapi web besar itu butuh CNAME failover juga dan pakai multi CDN itu sangat mungkin banget. Ini semua bisanya kalau pakai subdomain, contohnya www.domainsaya.com ini.

Kesimpulan

Jika tidak ada rencana untuk menjadikan websitemu, website besar (yang trafficnya tinggi, fast loading, secure), atau website yang diakses cepat secara global, yang cuma nge-hosting di 1 datacenter misalnya... maka gunakan saja website versi non-www.

Namun jika sebaliknya, bercita-cita membangun website yang kelak akan menjadi besar.. maka baiknya pakai versi www dimulai sedini mungkin. Semakin ditunda untuk mengubah ke versi www, maka akan jadi semakin-semakin-semakin banyak pertimbangan... hehehe.. SEKIAN.

close menu